[Malang], [13 Maret 2026] — Kegiatan Edukasi Bersuci sukses dilaksanakan di SDN Rampal Celaket 1 pada hari Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 4, 5, dan 6 dengan jumlah partisipan sebanyak 105 siswa, dan berlangsung di lingkungan SDN Rampal Celaket 1, Malang.

Kegiatan Edukasi Bersuci merupakan bagian dari penguatan pembelajaran berbasis nilai-nilai keagamaan dan karakter islami. Melalui kombinasi seminar interaktif dan simulasi gerakan langsung, siswa diajak untuk memahami secara mendalam tata cara wudhu dan tayamum yang benar sesuai tuntunan syariat. Kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kebiasaan bersuci sebagai fondasi pelaksanaan ibadah sehari-hari, sekaligus menanamkan nilai disiplin dan kebersihan sejak dini. Adapun tujuan kegiatan ini adalah:

  • Meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep bersuci sebagai syarat sahnya ibadah, khususnya shalat.
  • Memberikan keterampilan praktis kepada siswa agar mampu melaksanakan wudhu dan tayamum secara mandiri dan benar.
  • Menumbuhkan kesadaran religius sejak dini sehingga praktik ibadah menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
  • Mendorong penerapan nilai kebersihan dan kesucian dalam rutinitas harian siswa.

Kegiatan ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya

  • SDG 4: Quality Education dengan menyediakan pembelajaran kreatif dan kontekstual
  • SDG 3: Good Health and Well-Being melalui pembiasaan kebersihan diri
  • SDG 10: Reduced Inequalities dengan memastikan seluruh siswa mendapat akses pendidikan agama yang berkualitas.

Proses kegiatan dimulai dengan acara pembukaan yang dipimpin oleh guru SDN Rampal Celaket Satu. Dalam sambutannya, guru menyampaikan pentingnya pendidikan agama sejak dini, khususnya yang berkaitan dengan praktik ibadah yang menjadi rutinitas seorang Muslim. Beliau juga mengapresiasi kehadiran mahasiswa Asistensi Mengajar yang telah merancang dan mempersiapkan kegiatan ini dengan baik. Pembukaan ini menjadi momentum untuk membangkitkan semangat dan kesiapan siswa sebelum memasuki sesi inti, sekaligus mengingatkan seluruh peserta akan pentingnya menjaga kesucian diri sebagai bagian dari karakter seorang Muslim.

Memasuki sesi inti, mahasiswa Asistensi Mengajar tampil sebagai pemateri utama. Materi pertama membahas secara komprehensif tata cara wudhu yang benar, mulai dari niat, urutan membasuh anggota tubuh, hingga hal-hal yang membatalkan wudhu. Selanjutnya, materi dilanjutkan dengan penjelasan mengenai tayamum sebagai alternatif bersuci ketika air tidak tersedia, mencakup syarat diperbolehkannya tayamum, cara penggunaan tanah atau debu yang suci, serta perbedaan mendasar antara wudhu dan tayamum. Sesi tanya jawab berlangsung aktif dan antusias, dengan banyak siswa mengajukan pertanyaan terkait kondisi nyata sehari-hari.

Puncak kegiatan berlangsung pada sesi simulasi yang dipimpin langsung oleh mahasiswa Asistensi Mengajar. Para siswa dibimbing untuk mempraktikkan gerakan wudhu dan tayamum secara langsung dan berurutan  mulai dari membasuh muka, kedua tangan, mengusap kepala, hingga membasuh kaki untuk wudhu, serta mengusap wajah dan punggung tangan untuk tayamum. Mahasiswa mendampingi dan memberikan koreksi bersahabat kepada siswa yang masih keliru. Kegiatan diakhiri dengan penutupan yang dipimpin oleh guru, dilanjutkan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara.

Kegiatan ini memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus edukatif bagi siswa, dengan memadukan nilai keagamaan, keterampilan praktis, dan kepedulian terhadap kebersihan. Siswa tampak antusias dan bersemangat mengikuti setiap sesi, terutama pada saat simulasi wudhu dan tayamum yang berlangsung interaktif. Guru menyambut positif program ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai pengayaan pendidikan karakter di sekolah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Asistensi Mengajar turut berkontribusi nyata dalam memperkuat pemahaman keagamaan siswa sekaligus membangun jembatan antara dunia kampus dan pendidikan dasar. Diharapkan ke depannya sinergi antara mahasiswa dan pihak sekolah dapat terus terjalin untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berakhlak mulia dan berkarakter kuat dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *